Sejarah SPKS

SPKS adalah organisasi petani kelapa sawit skala kecil yang didirikan pada 9 Juni 2006 dan dideklarasikan pada 2013. Organisasi ini bersama anggotanya yakni petani sawit memperkuat skala keberlanjutan, kesejahteraan dan kemandirian petani melalui pembangunan kapasitas, kelembagaan ekonomi dan fasilitasi akses petani dalam berbagai sektor keuangan, kebijakan yang berpihak, dan akses pemasaran dan keberlanjutan.

 

 

Anggota SPKS

Saat ini, SPKS sudah berada di lima Provinsi dan delapan Kabupaten. Delapan kabupaten tersebut di antaranya Labuhan Batu Utara (Sumut), Tanjung Jabung Barat (Jambi), Rokan Hulu (Riau), Kuantan Singingi (Riau), Sanggau (Kalbar) Sekadau (Kalbar), Sintang (Kalbar) dan Paser (Kaltim). Anggota SPKS sebanyak 48 ribu petani kecil dengan skala lahan kurang dari 25 hektar dan bekerja langsung dikebun.

Selain memperkuat keorganisasian SPKS baik struktur, program kerja organisasi, keanggotaan, penguatan, pendidikan organisasi dan pelatihan manajemen keuangan SPKS juga tengah melakukan upaya pengembangan organisasi di daerah Kabupaten lainnya di Indonesia yang berpotensi dan memiliki komitmen dan kemauan berorganisasi dari para petani sawit di daerah. Pembentukan dan pengembangan organisasi dilakukan mulai dari komunitas di bawah sampai pada tingkat Nasional.