Jakarta, 24 Oktober 2018 : SPKS meminta presiden Joko Widodo, untuk menghentikan Pungutan CPO oleh BPDP SAWIT yang masih berlanjut ditengah harga CPO yang lesu seperti saat ini atau mencabut PP 24 yang mengatur tentang badan pengelola dana perkebunan karena sebagai sumber turunnya harga TBS petani sawit. Petani sawit sedang menghadapi situasi sulit saat ini, dimana banyak pabrik tidak lagi mau membeli TBS petani karena harga CPO turun. Pengusaha enggan menjual CPO nya hingga menunggu harga bagus. Hal ini diperparah dengan kutipan 50 usd/ton CPO.

Bulan ini prediksi harga CPO berada di kisaran 560 USD. Dengan pungutan Badan Pengelola Dana Perkebunan sebesar 50 usd maka harga CPO lokal akan turun dan akan berdampak pada turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS petani). Harga sawit saat ini sekitar 700-900 rupiah/kg yang sedikit terbantu dengan nilai tukar dollar naik. Jika tidak maka harga sawit petani bisa kurang dari 500 rupiah. Petani di kabupaten sekadau kalimantan barat bahkan enggan melakukan panen karena pabrik tidak mau membeli dengan alasan tengky sudah penuh dengan CPO.

Rendahnya harga CPO ini seiring turunnya harga minyak dunia dan harga komoditas lainnya. Tetapi permintaan global terhadap CPO indonesia tetap dianggap stabil. Hanya saja harga nya rendah.

Upaya pemerintah untuk membuat pasar dalam negri melalui pengembangan B20 tidak memberi dampak yang relefan untuk menggenjot harga sawit. Karena itu, Serikat Petani Kelapa Sawit meminta agar  dana yang telah di kutip dari pajak eksport tersebut harus di kembalikan ke petani yang jika di kalkulasikan sekitar 20 triliun rupiah.

Karena itu, SPKS meminta agar Kutipan BDDP SAWIT itu di hentikan segera ketika harga CPO rendah karena akan membuat krisis di desa-desa kebun dan roda  ekonomi petani lumpuh atau hingga mencabut PP 24 yang mengatur kutipan tersebut karena peraturan itu  menyiratkan bahwa petani memberikan  subsidi  untuk industri hilir sebesar 125-150 rupiah/kg TBS petani.

Hormat Kami :

  1. Mansuetus Darto, Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)
  2. Petani sawit sekadau kalimantan barat : Bernadus Moktar : 085281082511
  3. Iwan himawan/ petani sawit di paser kaltim : 0812 5564881
  4. Vincn Haryono/ Petani Sawit Kabupaten Tanjabar, Jambi : 081274204776
  5. Andy Valent/Petani Sawit Sanggau-Kalbar : 085398995217
  6. Yulim/Petani Sawit Riau : 085271405212
  7. Hamsuri / Petani Sawit Sumsel : 082282463003
  8. Laud/Petani Sawit Kalbar : 082251553530
  9. Kanisius/Petani Sawit – Kaltim : 081317406513
  10. Iksana Yanti-Sumut : 085261278632

 

Kontak Informasi : info.spksnasional@gmail.com