MedanBisnis – Langkat. Meski produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) merosot akibat musim trek, namun harga sawit tak kunjung naik, bertahan di level Rp 800 per kilogram (kg) di tingkat petani.

Menurut keterangan para petani sawit, harga Rp 800 per kg itu sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir dan belum juga bergerak naik.

“Tadinya harga sempat Rp 900 per kg, namun berangsur turun menjadi Rp 800 per kg dan sampai sekarang terus bertahan,” ungkap H Buyung, petani sawit di Desa Pasar Rawa Kecamatan Gebang, Langkat, Selasa (2/10).

Dikatakannya, selama empat bulan terakhir produksi kelapa sawit terus menurun akibat musim trek. “Keinginan petani sawit seharusnya ketika produksi turun, harga jual TBS jangan anjlok. Tetapi kondisi seperti itu sudah sering terjadi, harga terus anjlok. Sedangkan harga pupuk tidak pernah turun, malah naik selalu,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, pedagang pengumpul mengakui, murahnya harga pembelian TBS sawit dikarenakan penjualan TBS di tingkat pabrik juga turun.

“Harga di pabrik juga bervariasi, saat ini ada PKS yang membeli Rp 1.300 dan ada yang di bawah Rp 1.200 per kg. Kami para pengepul harus mengeluarkan biaya transportasi, dan jasa pekerja, sehingga pembelian disetarakan dengan harga pabrik,” kata Ismail dan Sunar, pedagang pengumpul TBS di Desa Buluh Telang Kecamatan Padang Tualang, Langkat. (misno)

 

Sumber : Harga Sawit Bertahan Rp 800 per Kg http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2018/10/03/360574/harga_sawit_bertahan_rp_800_per_kg/