BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA – Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Tengah , telah melakukan antisipasi terhadap permainan harga tandan buah segar (TBS) Sawit yang dikeluhkan warga.
Sebab itu, pihaknya telah menetapkan harga jual sawit kepada perusahaan besar swasta (PBS) Sawit di Kalimantan Tengah, yang akan terus dipantau untuk setiap bulannya.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Kalteng, Evangelis, Senin (12/2/2018) mengungkapkan, perlunya penetapan harga penjualan TBS sawit tersebut agar tidak ada permainan harga.

Menurut dia, saat ini ada ketentuan memudahkan penjualan TBS langsung ke pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO).
Baca: Satu-satunya di Dunia! Zaskia Gotik dan Via Vallen Banjir Saweran, Penyawer Seperti Mesin Uang
Baca: Menguak Siapa Joni Arif, Nama yang Cukup Disegani di Dunia Kejahatan Banua
“Dalam ketentuan baru pembuatan pabrik pengolahan CPO tidak perlu lagi harus ada PBS Sawit,”ujarnya.
Ini sebut dia tentu akan memudahkan bagi pemilik kebun sawit mandiri untuk menjual hasil kebun sawitnya kepada pabrik tersebut, jika sulit untuk menjual TBS sawit kepada PBS.
Berdasarkan ketetapan harga jual TBS yang diatur oleh Disbun Kalteng, untuk masing-masing PBS harganya berbeda-beda, sesuai dengan lokasi PBS, dan harga TBS berkisar antara Rp 1.900 hingga Rp 2.000 prkilogram.

Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/02/12/cegah-ini-disbun-kalteng-tetapkan-harga-penjualan-sawit