SINTANG – Guna memperkuat skala keberlanjutan, kesejahteraan dan kemandirian petani melalui pembangunan kapasitas, kelembagaan ekonomi dan fasilitasi akses petani. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) melakukan Pelatih Sawit Lestari (PSL) bertujuan meningkatkan kapasitas petani kecil dan mendorong petani untuk mengikuti praktik minyak sawit berkelanjutan di Indonesia.

Alasan dipilihnya Kabupaten Sintang karena saat ini total luas perkebunan kelapa sawitn sekitar 40% dari luas wilayah Sintang, terdiri atas perusahaan dan petani. Untuk petani sawit swadaya sendiri sebaranya ada di 13 kecamatan yang kalau dilihat trennya perkebanganya terus bertabang setiap tahunya. “Disinilah pentingnya ada pelatih sawit lestari terus memberikan pemahaman terkait dengan sawit lestari sendiri juga peningkatan kapasitas petani sawit,” tutur Sabarudin dari SPKS, belum lama ini kepada InfoSAWIT.

Lebih lanjut tutur Sabarudin, kegiatan PSL ini telah dimulai pada tahun 2016 yang lalu dimana SPKS merekrut anak-anak muda dan petani sawit di Kabupaten Sintang yang selanjutnya dilatih oleh instiper Yogyakarta pada tahapan pengelolan kebun terutama disisi agronominya dan juga ada materi terkait dengan ISPO dan RSPO. Setelah itu lulusan dari pelatihan menjadi pelatih ditingkatan petani dengan dampingan tim dari INSTIPER Yogyakarta. Sejak dimulai tahun 2016 yang lalu sudah ada 11 desa yang menjadi fokus pelatihan dari PSL adalah Desa Paoh Benua, Desa manis Raya, Desa Buluh Kuning, Desa Repak Sari, Desa Suka Jaya, Desa Sungai Ukoi, Desa Desa Kunyai, Desa Merti Guna, Desa Sungai Labi, Desa Ensaid Panjang, Desa Gema Raya.

PSL juga sekaligus mendukung komitmen dari pemerintah kabupaten sintang, dimana pak bupatinya sendiri sangat fokus pada mendukung petani swadaya. Saat ini SPKS bersama dengan pemerintah kabupaten sintang sepakat untuk melakukan peningkatan kapasitas petani sawit sendiri dan terus memebrikan pengetahuan terkait dengan penegelolaan sawit berkelanjutan. “Yang paling penting juga adalah kalau dilihat dari tren peningkatan pembukaan lahan dipetani cukup tinggi nah dengan adanya PSL akan memberikan pengetahuan kepada petani peningkatan produktifitas tidak menti dengan membukla kebun baru tapi dengan pengelolaan kebun yang baik akan meningkatkan produksi dari petani,” tandas Sabarudin. (T2)