Upaya Tingkatkan Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan

Kabupaten Sintang merupakan salah satu Daerah Tingkat Dua di provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah sebesar 21.635 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 365.058 jiwa. Bagi pemerintah kabupaten Sintang, perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas strategis dalam pembangunan daerah, konditi ini dapat dilihat pada besarnya sumbangan sektor perkebunan kelapa sawit dalam pembentukan PDRB, penyerapan tenaga kerja, pengurangan angka pengangguran serta kemiskinan.

Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013, pemanfaatan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di kabupaten Sintang mencapai 62.663 hektar dengan total produksi rata-rata sebesar 62.663 ton.

Meningkatnya penggunaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, tidak terkecuali bagi perkebunan kelapa sawit rakyat khususnya perkebunan sawit petani swadaya. Pada Tahun 2010 luas perkebunan kelapa sawit dari petani swadaya mencapai 32 ribu hektar.  Hal ini menunjukan besarnya potensi dan animo masyarakat dalam mengusahakan komoditas kelapa sawit sebagai salah satu sector dalam meningkatkan pendapatan ekonomi.

Akan tetapi problemnya, tingkat produksi dan produktivitas kelapa sawit dari para petani kelapa sawit masih belum mampu berkompetisi dengan pelaku usaha perkebunan lainnya, seperti perusahaan perkebunan. Apa lagi ketika dikaitkan dengan tuntutan pasar saat ini yang mengharuskan para pelaku usaha perkebunan, termasuk petani kelapa sawit untuk mengikuti standar praktik perkebunan untuk menghasilkan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan melalui sertifikasi  Indonesian Sustainability Palm Oil (ISPO) atau Roundtable Sustainability Palm Oil (RSPO).

Dengan melihat kondisi perkebunan kelapa sawit dari petani mandiri saat ini, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) telah berinisiatif untuk meyelesaikan persoalan yang ada dengan mendukung implementasi visi pembangunan perkebunan berkelanjutan di beberapa daerah di Indonesia yang juga harus didukung oleh pemerintah kabupaten.

Pada akhir Tahun 2016, SPKS telah melakukan koordinasi dan pertemuan bersama Bupati Kabupaten Sintang, Bapak Dr. H Jarot Winarno, M. Med. PH. Pertemuan tersebut merupakan agenda bertukar informasi serta diskusi bersama terkait upaya SPKS dan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mendukung implementasi visi pembangunan Kabupaten Sintang terutama dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.

Tim SPKS yang juga dihadiri oleh Tim Peneliti dari FPPD Yogyakarta juga melakukan diskusi terkait dengan ide dan konsep Desa Sawit Lestari, sebagaimana yang telah di inisiasi SPKS dalam rangka pembangunan desa sawit yang berkelanjutan.

Dari agenda pertemuan dan diskusi bersama tersebut, SPKS bersama Bupati Kabupaten Sintang telah sepakat membangun platform bersama, sebagai strategi awal untuk mengimplementasikan ide besar pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Maksud dan tujuan besar dari platform bersama tersebut adalah sebagai landasan bersama antara pemerintah daerah Kabupaten Sintang dengan SPKS untuk mendukung dan mempercepat pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Sintang dengan tujuan terdapat kerjasama yang terkoordinasi dan mensinergikan sumber daya antara pemerintah Kabupaten Sintang dan SPKS dalam rangka melakukan berbagai aktivitas sebagai upaya meningkatkan produksi kelapa sawit yang berkelanjutan di level petani kelapa sawit.

 

Adapun ruang lingkup, tugas dan tanggung jawab platform bersama ini akan dimulai dengan menyediakan basis data petani mandiri di Kabupaten Sintang, dilanjutkan dengan meningkatkan produktivitas petani mandiri di kabupaten tersebut. Lalu mengembangkan praktek terbaik pembangunan berkelanjutan. Platform Bersama ini juga akan dilakukan dengan mengembangkan Multi Stakeholder Forum untuk pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sintang.

Bupati Kabupaten Sintang juga merespon dengan baik ide dan konsep yang akan disepakati bersama SPKS dalam Platform Bersama dan segera untuk melakukan penandatangan Platform Bersama tersebut sebagai komitmen pemerintah kabupaten Sintang dalam visi pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan.

Harapan kedepan dengan terimplementasinya visi bersama dalam mengimplementasikan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di seluruh Kabupaten di Indonesia, menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan petani kelapa sawit swadaya baik dari aspek sosial, ekonomi serta lingkungan serta memberikan posisi tawar yang baik bagi petani kelapa sawit sebagai salah satu pelaku usaha perkebunan yang menghasilkan produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.