SEKADAU – Dalam debat Calon Presiden (Capres) yang digelar pada tanggal 17 Februari 2019 lalu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), isu sawit menjadi salah satu topik pembahasan, para calon presiden baik itu Prabowo maupun Jokowi belum menunjukan gagasan terkait dengan masalah petani sawit yang selama ini di keluhkan.

Para calon presiden sama-sama memiliki komitmen untuk menjadikan sawit sebagai komoditas alternatif untuk energi terbarukan Biofuel bahkan kedua calon presiden menyatakan akan akan mengunakan sawit sebagai bioful sampai 100% atau B100.

Petani sawit kecil dari Kabupaten Sekadau, Kalimanta Barat, anggota Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Albertus Wawan, mengatakan debat kedua capres belum membahas permasalahan yang sering kami hadapi selama ini misalnya masalah harga tandan buah segar (TBS) sawit petani yang sangat rendah. Di Kalimantan Barat (Kalbar), harga TBS sekitar antara Rp. 600-800/Kg.

Baca Juga : Petani Sawit Anggap Debat Capres Belum Sentuh Inti Masalah

“Kendati sudah ada peraturan terkait harga TBS melalui Permentan No 1 Tahun 2018 tetapi implementasi di lapangan belum memberikan dampak kepada petani,” tutur Wawan yang mengelola lahan sawit seluas 4 ha, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Contoh lainnya, tutur Wawan, banyak perusahaan di sekitar petani yang menampung pembelian TBS dari para tengkulak/pengumpul padahal kegiatan jelas-jelas merugikan petani dan dilarang dalam peraturan sudah artinya aturan dibuat itu belum berdampak kepada petani dan belum ada sangsi juga sampai sekarang.

Termasuk terkait masalah pupuk, apalagi saat ini pupuk subsidi tidak lagi di peruntukan bagi petani sawit dan sementara pupuk non subsidi sangat mahal bagi petani sawit ini salah satu yang membuat produktivitas di tingkat petani rendah.

Lebih lanjut kata Wawan, infrastruktur juga masih sangat buruk sehingga biaya transportasi pengiriman TBS ke Pabrik sanggat tinggi menguras pendapatan petani sawit.

Harusnya ini mendapatkan perhatian dan kami minta langsung kepada capres Jokowi yang kebetulan masih sebagai Presiden untuk memerintahkan kepala-kepala desa yang memiliki sawit untuk membangun infrastruktur jalan dibutuhkan petani sawit,” tandas Wawan. (T2)

Sumber : infosawit.com