JAKARTA – Dikatakan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Program Prioritas, Yanuar Nugroho, dari sisi luasan perkebunan kelapa sawit telah mencapai 14 juta ha (Statistik tahun 2017) dengan keterlibatan tenaga kerja sebanyak 6,37 juta orang dan menghasilkan minyak sawit sebanyak 37,8 juta ton.

Dimana perkebunan kelapa sawit dikelola oleh tiga kelompok besar yakni perkebunan yang dikelola pelaku usaha seluas 55% dari total lahan kelapa sawit di Indonesia lantas disusul petani sebagai kelompok kedua yang mengelola perkebunan kelapa sawit mencapai 40% dari total lahan dan terakhir perkebunan kelapa sawit yang dikelola perusahaan pelat merah sebanyak 5%.

Kata Yanuar, dengan komposisi sebanyak 40% perkebunan kelapa sawit dikelola oleh petani maka posisi petani menjadi sangat penting, namun demikian ada tantangan yang harus dihadapi perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani, utamanya petani sawit swadaya, yakni masih rendahnya produktivitas.

Baca Juga : Rembug Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit: Gotong Royong untuk Moratorium

Selain tantangan yang terkait dengan petani, lebih lanjut kata Yanuar, tantangan lainnya yakni mengenai isu lingkungan, diantaranya adanya dugaan deforestasi dan degredasi hutan, konflik sosial, masalah peremajaan kelapa sawit, ketimpangan ekonomi, serta kebakaran lahan. “Itu semua menjadi tantanga kita semua,” katanya dalam sambutan mewakili Kepala Staff Kepresidenan (KSP), Jend. Purn. Moeldoko, pada acara seminar di Jakarta”, yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini.

Dengan beragam tantangan tersebut maka pengembangan perkebunan kelapa sawit kedepan tidak hanya dikelola sesuai dengan Busisness as Usual (BAU), lantaran banyak kendala yang harus dicarikan solusinya. Kata Yanuar, merujuk arahan Bapak Presiden Joko Widodo, pengembangan perkebunan kelapa sawit harus difokuskan pada peningkatan produktivitas dan pengembangan sektor hilir sawit.

Sumber : www.infosawit.com