Industri kelapa sawit menjadi primadona penerimaan ekspor terbesar bagi Indonesia. Hanya saja produktivitas kelapa sawit yang dihasilkan selama ini dinilai belum optimal dan masih jauh dari harapan sehingga perlu dibenahi.

Anggota DPR RI Nurdin Tampubolon mengatakan pada pemerintahan Joko Widodo, peningkatan jumlah produktivitas kelapa sawit terlihat mengalami kenaikan yang signifikan meski belum bisa memenuhi ekspektasi.

Kondisi petani sawit hasil studi SPKS tahun 2017 di 14 kabupaten dan 5 provinsi 

“Sehingga masih diperlukan pembenahan dan hasil yang memuaskan,” ujar Nurdin, seusai Ujian Sidang Promosi Program Doctor of Research in Management (DRM) Binus Business School di Universitas Binus, Kampus Anggrek, Jakarta Barat, Sabtu (9/2).

Berdasarkan hasil penelitian disertasi yang berjudul ‘Membangun Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan Melalui Daya Saing Internasional dan Efisiensi’ (Studi Empiris pada Industri Kelapa Sawit Indonesia), Nurdin memberikan catatan.

“Jadi saya tertarik apa masalahnya agar bisa meningkatkan daya saing yang tinggi,” urai Nurdin yang meraih IPK 3,78 dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude tersebut.

Beberapa yang musti dibenahi untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit adalah memperbaiki lingkungan bisnis, dalam hal ini industri terkait dan pendukung. Jika sudah berjalan sesuai rencana, maka manfaat daya saing kita dapat diperbaiki.

“Selain itu bunga kredit yang belum berdaya saing, law enforcement yang masih belum berjalan sepenuhnya, infrastruktur eksternal yang masih kurang, banyaknya distribusi yang tidak perlu sehingga melemahkan daya saing kita,” katanya.

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Ma’ruf Amin yang turut hadir dalam kesempatan itu menyambut baik paparan disertasi tersebut dan berharap bisa menjadi masukan bagi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

“Judulnya bagus tentang daya saing internasional untuk kepala sawit supaya ada nilai tambah dan yang loss (hilang) itu jadi pendapatan untuk negara sehingga daya saingnya meningkat,” ungkap Amin.

Sumber :http://wartakota.tribunnews.com/