SEKADAU – Dikatakan petani kelapa sawit asal Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jazuri, melihat debat kedua Calon Presiden (Capres) belum banyak menyingung masalah petani. Bahkan dalam debat data yang disampaikan salah satu capres memang ada sekitar 16 juta orang yang bergantung hidup dari sawit, hanya saja bila dari 16 juta itu tidak semuanya sejahtera bahkan masih dalam kategori hanya mampu bertahan hidup terlebih saat ini harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang rendah, perlu jadi perhatian Capres.

Baca Juga : Serikat Petani Kelapa Sawit Tanggapi Pernyataan Jokowi dan Prabowo dalam Debat Capres

“Kami minta kepada para calon jika terpilih kami minta harga TBS diperhatikan kami minta dibuat satgas sawit untuk mengawasi terkait dengan harga sawit yang rendah ditingkat petani,” kat Jazuri dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Jazuri juga menyinggung mengenai munculnya Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) yang disambut baik, dan petani minta untuk terus dipertahankan namun demikian harus banyak manfaatnya kepada petani sawit.

Pragram BPDP-KS untuk replanting petani sawit belum melibatkan petani sawit swadaya, sebab itu kedepan harusnya petani sawit swadaya juga dilibatkan dengan merubah aturan untuk mendapatkan pendanaan dari BPDP-KS agar mudah bagi petani.

“Kalau tidak begitu maka manfaat BPDP-KS yang selama ini mensubsidi bioful (B20 atau B100 ke depan) tidak ada manfaatnya secara langsung karena harga sawit dengan adanya BPDP-KS atau B20/B100 tidak berdampak nyata, petani akan tetapi miskin,” kata Jazuri.

Baca Juga : Indonesian presidential hopefuls vow energy self-sufficiency via palm

Sementara Sabarudin dari Departemen Riset dan Teknologi, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengungkapkan, memang dalam depat capres yang lalu masalah sawit sudah menjadi topik yang didebatkan tetapi maslaah-maslaah petani seperti diungkapkan petani sawit pihak capres belum membahas hal-hal penting yang jadi kendala bagi petani sawit, padahal kan ini penting.

“Capres sudah bicarakan sawit sangat berpotensi menjadi energi terbarukan lewat B20 atau B100 tetapi kalau tidak berdampak kepada petani harus dikaji ulang, karena saat ini saja sudah B20 tapi harga sawit petani tetap saja rendah ini percuma,” kata Sabarudin.

Lebih lanjut kata Sabarudin, harapan kami di debat ke-5 mendatang dengan Tema: Ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri, KPU RI mempertimbangkan untuk memasukan masalah petani sawit dalam pertanyaan sebagai bahan debat. “Kalau perlu perwakilan dari SPKS diajak dalam persiapan debat nanti,” tandas Sabarudin. (T2)

Sumber : infosawit.com